Rabu, 07 Desember 2016

Semua Tentang Sushi

Sushi merupakan makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk  berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa asam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras (mizkan), garam, dan gula. Salah satu makanan yang memiliki konsep membingungkan namun juga paling lezat di seluruh dunia. Mungkin ide menyantap ikan mentah terdengar menakutkan pada awalnya, akan tetapi ada alasan dibalik suguhan yang menjadi santapan kesukaan masyarakat di Jepang ini selama berabad-abad.

Pada awalnya, sushi adalah salah satu cara proses pengawetan ikan. Pertama kali dikenalkan pada masyarakat Jepang dari Asia Tenggara di abad ke-8, salah satu proses pengawetan ikan dilakukan dengan dengan cara membungkus isi perut ikan dalam balutan beras yang sudah terfermentasi. Proses ini membuat ikan menjadi lebih tahan saat disimpan dalam waktu yang lama, tetapi ternyata dahulu nasi yang digunakan untuk membungkus tidak ikut dimakan. Seiring berjalannya waktu, ikan yang digunakan akhirnya dimakan bersamaan dengan nasi pembungkus dan kemudian menjadi makanan pokok Jepang. Jenis sushi ini disebut nare-zushi yang masih bisa ditemukan sampai hari ini.

Sushi memiliki begitu banyak bentuk dan variasi yang tak terhitung dengan ciri khas setiap daerah yang menggunakan jenis ikan dan gaya memasak berbeda. Di bawah ini adalah beberapa jenis sushi yang paling mendasar :

Nigiri-zushi: Jenis sushi yang paling umum dijumpai. Sushi ini terdiri dari potongan ikan mentah (atau potongan jenis makanan lainnya) yang diletakan di atas nasi yang berbentuk membujur. Sushi ini juga dikenal dengan nama Edo-mae sushi.

Gunkan-maki: Disebut juga sushi roll, sushi berbentuk gulungan. Ikan mentah dan bahan-bahan lainnya dibungkus di dalam nasi dan lembaran rumput laut yang kemudian biasa dimakan menggunakan tangan. Sushi ini disajikan dalam ukuran yang berbeda-beda, seperti futo-maki (gulungan tebal) dan hoso-maki (gulungan tipis).

Temaki-zushi: Sama seperti maki-zushi namun sushi ini berbentuk kerucut dan dimakan langsung dengan tangan.

Chirashi-zushi: Potongan dari ikan mentah ditempatkan di atas semangkuk nasi. Sangat direkomendasikan bagi orang-orang yang ingin mencicipi berbagai variasi ikan dalam harga yang terjangkau. Secara harfiah, Chirashi-zushi berarti "ikan tabur".

Inari-zushi: Nasi cuka di dalam kulit tahu berbumbu yang digoreng.

Oshi-zushi: Potongan ikan asap dan nasi dimasukkan ke dalam sebuah kotak dan kemudian ditekan. Secara harfiah artinya "sushi tekan”.

Sashimi: irisan ikan tanpa nasi.

Ada 3 jenis bumbu yang biasa disantap bersamaan dengan sushi.
Hampir seluruh tipe sushi dimakan bersama kecap asin. Cara memakannya dengan menuangkan kecap asin ke sebuah piring bundar kecil dan kemudian mencelupkan sushi ke dalamnya sebelum dimakan.

Kebanyakan nigiri sushi juga disajikan dengan wasabi, atau lobak pedas khas Jepang. Pasta beraroma tajam berwarna hijau ini mampu menambah cita rasa dari sushi itu sendiri. Wasabi juga berguna untuk mengurangi resiko keracunan, namun tidak jarang orang asing dan juga orang Jepang sendiri yang kurang menyukai wasabi dikarenakan rasanya yang tajam.

Bumbu tambahan penting yang juga cukup “kontroversial”. Shoga disebut juga gari atau acar jahe. Rasa pedasnya cukup membuat banyak orang tidak menyukainya, namun seperti wasabi, zat antibakteri dalam shoga dapat membersihkan isi perut. Shoga juga dapat membantu mengurangi rasa menyengat dari wasabi.

Nah buat OGI'ers yang mau menikmati sajian sushi buatan sendiri, bisa menggunakan Sushi Tool Set. Alat ini dapat membantu kamu untuk membuat gulungan sushi dengan rapi seperti yang ada di restoran-restoran Jepang. Sushi buatan sendiri pasti lebih sehat, dan isiannya bisa sesuai dengan keinginan kita. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar